Pengukuhan Pengurus MGMP PAI SMA Kab.Gresik Masa Bakti 2025-2029, Begini Pesan Kepala PAIS Kemenag

Gresik- Pengukuhan Pengurus MGMP PAI SMA Gresik Masa Bakti 2025-2029 telah dilaksanakan di Aula Sunan Giri SMA Negeri 1 Gresik pada hari Kamis (3/6/2025)

Kepala Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Kabupaten Gresik, Akhmad Yahya S.Ag, M.Pd.I mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan langkah strategis dalam membangun bangsa. “ Oleh karena itu, melalui MGMP PAI ini guru diharapkan untuk mengembangkan administrasi dan profesional dalam mengajar dan mendidik murid di sekolahnya masing-masing,” ungkapnya.
Kepada pengurus baru MGMP dan guru PAI SMA yang hadir, Akhmad Yahya berpesan agar guru PAI senantiasa menjaga budi pekerti dan akhlakul karimah,” Baik ucapan maupun perbuatan. Terutama akhlak ketika bermedia sosial. Hal ini karena akhlak dan budi pekerti merupakan unlimited goal, tujuan utama dari proses pembelajaran. Sehingga guru PAI harus bagus. Kata-katanya harus baik,” ucapnya.

Memberi Semangat
Mengutip pernyataan Angela Duckworth dari University of Pennsylvania, Akhmad Yahya memperkenalkan Grit sebagai salah satu bagian personaliti yang lebih tinggi dan mendalam untuk memperoleh pencapaian.
Grit bukan hanya sekedar bekerja keras, tapi usaha yang panjang untuk mendapatkan sesuatu. Kepribadian Grit berkaitan dengan “Growth Mindset”, yang merupakan sebuah pola pikir untuk terus tumbuh, berani menerima tantangan dan senang belajar akan hal-hal baru.
Pola pikir yang terus tumbuh digambarkan Al-Quran seperti kisah Nabi Musa AS belajar kepada Nabi Khidr AS. Kisah yang diabadikan Allah dalam QS Al-Kahfi ayat 60-82 menjadi inspirasi bagaimana Growth Mindset atau pola pikir untuk terus tumbuh terdapat pada guru PAI. Berpikir mendalam, berani menerima tantangan dan senang belajar akan hal-hal baru. Inilah yang dimaksud dengan istilah Deep Learning yang di gagas oleh Menteri Pendidikan, Abdul Mu’ti.
Konsep pembelajaran mendalam (deep learning) menurut Michael Fullan, seorang pakar pendidikan asal Kanada, adalah pendekatan transformatif yang menempatkan siswa sebagai agen perubahan aktif dalam proses belajar. Fullan menekankan bahwa pendidikan harus membekali siswa dengan kompetensi global abad ke-21, bukan sekadar pengetahuan akademik.
Menurut Fullan, deep learning adalah proses pembelajaran yang mendalam dan berkelanjutan, berbasis pengalaman nyata, enmgembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas serta membentuk karakter dan kewarganegaraan global
Fullan mengembangkan kerangka kerja yang terdiri dari empat elemen utama. Pertama, Learning Partnerships, Kemitraan antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas. Kedua, Pedagogical Practices, Strategi pengajaran yang mendorong eksplorasi dan refleksi
Ketiga, Learning Environments,Lingkungan belajar yang inklusif dan kolaboratif. Dan keempat, Leveraging Digital, Pemanfaatan teknologi untuk memperluas dan memperdalam pembelajaran

Maka, prinsip utama deep learning adalah, berpusat pada siswa, pembelajaran kontekstual dan bermakna, penilaian autentik dan holistic, serta kolaborasi lintas peran (guru, siswa, komunitas)
Pengukuhan pengurus MGMP PAI SMA ini dihadiri oleh puluhan guru Pendidikan Agama Islam dari berbagai sekolah jenjang SMA, Fitrotul Chiriyah SPd, MPdI selaku pengawas madrasah dan pemateri Diklat. Hadir juga Tri Hayati Fitriani yang bertugas membacakan SK pengurus MGMP PAI SMA masa bakti 2025-2029. Selamat menjalankan amanah. (Penulis: Estu Rahayu S.Ag)